Posts

PKM DIKTI 2014

Penerimaan dan Workshop PKM DIKTI Didanai Tahun 2015

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Sehubungan dengan adanya surat dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudyaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi no : 2550/E5.3/KPM/2014 tentang Penerimaan Proposal PKM Tahun 2014 pendanaan Tahun 2015, kami informsikan kepada seluruh mahasiswa Universitas Islam Indonesia, bahwa Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang yaitu : PKMP, PKMM, PKMK, PKMT, dan PKMKC didanai tahun 2015.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami menghimbau kepada sleuruh mahasiswa agar mempersiapkan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang. Batas waktu pendaftaran dan pengunggahan proposal on-line sampai dengan tanggal 28 September 2014. Panduan PKM terbaru dapat download disini.
Universitas Islam Indonesia melalui Direktorat Pengembangan Bakat/Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) akan mengadakan workshop Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2014 didanai pada tahun 2015. acara tersebut akan diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 11 September 2014 pukul 08.00bertempat di Gedung Moh. Hatta Lt. 2 (Perpustakaan pusat UII) Pendaftaran Workshop PKM akan dilayani online disini pada tanggal 1 s.d. 10 September 2014.

Fasilitas:
1. Ruangan Full AC.
2. Workshop Kit.
3. Snack.
4. Makan Siang

Demikian informasi ini kami sampaikan, Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

LILIN 2013

Sekilas Lilin

Salam Enviro…

LILIN, merupakan sebuah program kerja yang dirancang oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) bidang PSDM. LILIN sendiri merupakan singkatan dari Lintas Lingkungan. Acara ini sering disebut sebagai makrab-nya (malam keakraban) prodi teknik lingkungan. Tak hayal, ketika malam inagurasi banyak juga rekan-rekan dari prodi lain datang untuk menyemarakan acara ini.Bila ditinjau kembali, makrab biasa identik dengan sedikit menggunakan ploncoan, kekerasan verbal, senioritas, dan masih banyak lainnya. Apalagi ini makrab yang dibuat untuk anak teknik. Teknik yang indentik dengan keras, deadline menumpuk, kritis, tahan tekanan, serta alasan lainnya menjadi alasan bahwa makrabnya pun haruslah seimbang dengan sifat anak teknik. Banyak pertanyaan pro dan kontra dari acara ini yang bermunculan dari rekan mahasiswa/i baru mengenai “apakah di acara nanti akan di begini begitukan?”. Saya sendiri pun tidak tahu. Lagi pula, bila ada masalah kekerasan ataupun perlakuan tidak pantas lainnya kita dapat melaporkannya ke petinggi Fakultas bahkan dapat dibawa ke dalam ranah hukum. Berbagai kabar burung silih berganti mengisi gendang telinga kita dengan berita pro dan kontra acara lilin. Pernah saya bertanya kepada salah satu teman mengenai apa saja yang dia ketahui tentang lilin. Dia menceritakan dengan penuh keyakinan akan kontra yang ada pada acara seperti itu. Saya hanya tersenyum dan menanggapi dengan netral. Dalam hati, bila acara makrab ini penuh dengan bentakan, menjunjung senioritas yang tinggi, kekangan karena setumpuk peraturan, dan sebagainya adalah wajar. Banyak pula sekolah yang berada diluar menerapkan hal ini. Pasti mereka membuat seperti ini ada suatu tujuan yang baik untuk para peserta. Lagi pula, sering kali seusai acara seperti ini pasti akan ada sebuah rahasia yang terbongkar. Ini semua hanya fiktif belaka. Pendapat dari teman sejawat sudah, sekarang sebuah ajakan persuasif dari panitia dan kakak tingkat. Sosialisasi pun diadakan untuk mempromosikan acara makrab LILIN. Dari kelas ke kelas para panitia mempromosikan dengan sigap mengenai acara ini yang diilustrasikan pula dengan sebuah power point. Setelah presentasi usai, banyak pertanyaan dengan aroma sedikit kegelisahan apa yang akan dilakukan ketika acara berlangsung. Para panitia menjawabnya dengan transparan dan bijak. Intinya adalah, kegiatan yang akan dilakukan nanti berbasis kekeluargaan. Tak akan ada kegiatan seperti kabar burung yang beredar ditelinga. “Abang sayang adek, adek sayang abang. Jadi acara kita pasti berbasis kekeluargaan”, ucap salah satu panitia ketika menjawab pertanyaan.

Acara LILIN dimulai. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari 3 malam. Dibagi menjadi 1 hari indoor (FTSP) dan 3 hari lainnya outdoor (Sekipan).Setalah mengikuti hari-hari yang panjang dan melelahkan akhirnya sampai di malam inagurasi. Para peserta dan panitia berdiri melingkari api unggun yang menjadi pusat lingkaran tersebut. Sambutan sepatah dua patah kata hingga nasehat dari seorang abang pun menjadi awal inagurasi malam itu, dilanjutkan dengan acara tukar kado dan penampilan dari setiap jamaah.  Di kegiatan ini, seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa rekan-rekan dari prodi lain pun datang untuk menyemarakkan. Sampailah kita kepada acara penampilan band-band produksi FTSP. Dengan cepat lapangan tersebut langsung dipenuhi orang-orang layakanya akan konser akbar disana. Pada penghujung malam, lontaran kembang api pun melesat ke angkasa.

Banyak sekali kegiatan yang telah kami lakukan dalam acara LILIN 2013. Tak dapat digambarkan hanya dengan secarik atau dua carik kertas ini. Memang singkat rasanya penjelasan diatas, karena jikalau diketik pun kapan akan habisnya. Tidak mengikuti LILIN rasanya akan ada jurnal harian kita yang akan kosong ketika dibuka kembali untuk beberapa tahun ke depan. Kutipan itupun rasanya benar ketika kami telah melewatinya. Terima kasih kepada seluruh panitia, mbak-mbak dan abang-abang yang telah menyambut kami sebagai keluarga baru kalian.

Apa yang akan menjadi cerita baik dan buruknya sebuah keluarga haruslah dipikul bersama. Seperti yang LILIN ajarkan kepada kami. Mengajarkan kekeluargaan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan aspek kehidupan lainnya dengan beralaskan rasa percaya dan peduli tanpa sedikit perilaku yang menyakitkan salah satu pihak.

LILIN 2013

LILIN 2013

By : Annisa ( Teknik Lingkungan 2013 )

Mengenal ‘Si Hitam’ lebih Jauh

Saat ini tingkat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap lingkungan, bisa dibilang masih sangat minim. Kemunculan sifat ini biasanya dipengaruhi oleh faktor kebiasaan hidup sehari-hari, sehingga tanpa disadari akhirnya menimbulkan sifat menyepelekan terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Jika diamati dan disadari sepenuhnya dengan didorong oleh sifat kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan, sesuatu yang nyaris tidak berguna disekitar kita dapat diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat bahkan bernilai ekonomi. Salah satu contohnya adalah arang aktif. Arang aktif atau dikenal juga sebagai karbon aktif adalah padatan berwarna hitam, dengan permukaan yang cenderung berpori. Bagi kalangan industri, barang ini dikenal dengan baik. Namun bagi masyarakat luas, sedikit yang mengetahuinya.

Pada tahun 1960-an, di Tanah Melayu, bahkan di Negara Eropa dan Negara-negara lainnya, arang biasa digunakan sebagai bahan bakar kereta api. Namun seiring dengan perkembangan pengetahuan dan industri, ternyata pemanfaatan arang semakin beragam. Contoh pada budidaya anggrek, arang digunakan sebagai media tanam pengganti tanah karena bersifat meyerap dan menyimpan air. Pada sektor industri arang digunakan sebagai bahan penyerap zat-zat yang tidak diinginkan. Sifat menyerap arang disebabkan bahan tersebut memiliki pori-pori. Biasanya semakin banyak pori-porinya, semakin baik penyerapannya. Oleh karena itu, dalam pembuatannya, setelah menjadi arang, harus diaktivasi.

Aktivasi yang umum adalah dengan menggunakan uap air, yang bertujuan memperbesar pori-pori dan permukaan arang, sehingga arang tersebut menjadi aktif dalam menyerap zat-zat yang ada di sekitarnya. Arang aktif atau karbon aktif dapat dibuat dari berbagai bahan yang ada di sekitar kita. Misalnya, tempurung kelapa, kayu, biji-bijian, bonggol jagung, sekam padi, limbah pabrik kertas, limbah tulang-tulang hewan ternak, dan sebagainya. Bahkan Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara telah memanfaatkan batubara sebagai bahan baku karbon aktif dengan kapasitas percobaan 1 ton/hari.

Data dari Biro Pusat Statistik menunjukkan kebutuhan karbon aktif di Indonesia maupun untuk ekspor cukup tinggi. Manfaatnya yang beragam, menyebabkan karbon aktif ini sangat dibutuhkan. Tidak hanya di bidang industri besar saja, tetapi juga pada bidang kesehatan. Data yang dilansir dari Journal British Nutrition, karbon aktif dapat menurunkan kolestrol dengan cepat. Hasil penelitian, sejumlah pasien yang diberikan 8 gram olahan karbon aktif perhari mampu menurunkan kolesterol hingga 25% dari total kolesterol sebanyak 41%. Untuk masyarakat Indonesia, terutama di pemukiman warga, yang sulit mendapatkan air bersih layak pakai, karbon aktif dapat dimanfaatkan untuk penjernihan atau pemurnian air. Namun kurangnya informasi menyebabkan masyarakat luas tidak mengetahui manfaat karbon aktif. Sebenarnya dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitar kita, seperti yang disebutkan di atas, dan cara sederhana dengan mengarangkan dan mengaktivasinya dengan uap air, kemudian digunakan sebagai media penyaring atau penjernih, maka mereka akan memperoleh air yang bersih dan layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, misal mandi dan mencuci.

Dengan keinginan yang kuat, pengetahuan dan kepedulian tinggi terhadap lingkungan, maka segala sesuatu yang ada di sekitar kita bisa menjadi berguna dan berdampak luas terhadap kesehatan maupun kenyamanan hidup bermasyarakat.

Ditulis oleh : Namira Audrey Hanifah
Universitas Islam Indonesia
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Jurusan Teknik Lingkungan 2012