kulit durian

Menyulap limbah kulit durian menjadi Rupiah

Indonesia adalah negara tropis yang memiliki keanekaragaman buah buahan. Durian adalah salah satu komoditas tanaman buah yang sangat terkenal di Asia tenggara terutama Indonesia. Durian tumbuh di sekitar garis khatulistiwa hingga ketinggian 800 m dpl. Dari segi struktur, Durian terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian dari daging durian sekitar 20-30 %, biji durian sekitar 5-15 % dan bagian kulit durian sekitar 60-75 % (Untung, 2008). Menurut riset dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2011, Indonesia mampu mencapai 1.818.949 ton untuk produksi durian. Durian memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah Phytosterol. Phytosterol merupakan zat penting yang dikandung durian. Dari hasil penelitian sekolah tinggi ilmu farmasi di Amerika, zat Phytosterol mampu memperbaiki reaksi anti tumor pada tubuh, memperbaiki ketahanan terhadap kanker, dan secara langsung menghambat pertumbuhan tumor.

Di beberapa kalangan, tidak hanya daging durian yang menjadi incaran para pecinta durian, mereka juga merebus biji durian yang kaya akan zat tepung untuk dicicipi. Namun, lain hal nya dengan kulit durian. Kulit durian tidak bisa di konsumsi dengan cara di rebus atau di bakar. Kulit durian bahkan tidak akan dikonsumsi karena ini hanya pelindung dari kelezatan buah durian. kulit durian akan dibuang dan dibiarkan menumpuk sebagai limbah. Lazim nya, pembakaran kulit durian adalah upaya yang dilakukan untuk pemusnahan limbah kulit durian, itu berarti sekitar 60-75% kulit durian yang dibakar dapat meningkatkan polusi udara sebagai pemicu kerusakan lingkungan. Di zaman yang serba modern ini untuk menyulap sesuatu menjadi lebih berguna bisa saja terwujud dengan bantuan teknologi yang sudah sangat memadai. Tak terkecuali untuk menyulap limbah kulit durian agar menjadi harga jual. Kulit durian mengandung  elemen zat tepung dan lignin sekitar 5%, dan selulosa sekitar 50-60% (Hatta, 2007 ; Rofaida, 2008). Selulosa berpotensi dalam proses adsorpsi dan memiliki situs aktif seperti, gugus hidroksil (OH-) yang dapat dengan mudah membentuk serangkaian reaksi kimia dan melakukan pengikatan dengan senyawa kation dan anion (Handayani, 2010).

Arang aktif adalah padatan yang mengandung 85-95% pori karbon, dan dihasilkan dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara di dalam ruangan pemansan sehingga bahan yang mengandung karbon hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi. Arang selain digunakan sebagai bahan bakar juga digunakan sebagai adsorben (penyerap). Daya serap yang ditentukan oleh luas permukaan partikel dan kemampuan ini dapat menjadi lebih tinggi jika terhadap arang tersebut dilakukan aktivasi dengan factor bahan kimia ataupun dengan pemanasan pada temperature tinggi. Dengan demikian, arang akan mengalami perubahan sifat sifat fisika dan kimia. Arang yang demikian disebut arang aktif. Luas permukaan arang aktif berkisar antara 300 – 3500 m2/gram dan ini berhubungan dengan struktur pori yang menyebabkan arang aktif bersifat sebagai absorbent. Daya serap arang aktif sangat besar, yaitu 25-1000% terhadap berat arang aktif (Meilita dan Tuti, 2003).

Standar mutu arang aktif berdasarkan SII No.0258-79 :

 

Tabel spesifikasi Arang aktif

Persyaratan Jenis

Bagian yang hilang pada pemanasan 9500C Maksimum 15%
Air Maksimum 10%
Abu Maksimum 2.5%
Bagian yang terperarang Tidak nyata
Daya serap terhadap larutan I2 Maksimum 20%

Tabel 2. Standar Arang Aktif berdasarkan SII No. 0258-79

 

Berdasarkan penelitian Cut Alifa Faza dan Rahmah Masturah pada tahun 2011, Arang Aktif dapat diproduksikan dengan menggunakan bahan baku limbah kulit durian. Sehingga didapat hasil aktivasi dan karbonisasi dari limbah kulit durian sebagai berikut :

Daftar hasil aktivasi arang aktif dari limbah kulit durian dengan menggunakan variable mesh dan waktu :

Sample

Penjelasan

Level air (%)

Level abu (%)

Level zat terbang (%)

Level carbon (%)

A1 Aktivasi arang aktif dengan variable 40 mesh selama 1 jam        4,27       2,12      12,60      81,01
A2 Aktivasi arang aktif dengan variable 40 mesh selama 3 jam        4,89       2,07     12,56      80,48
A3 Aktivasi arang aktif dengan variable 60 mesh selama 1 jam        3,10       1,55     12,35      83,00
A4 Aktivasi arang aktif dengan variable 60 mesh selama 3 jam        3,13       1,43     12,23      83,21

Tabel 3. Hasil aktivasi arang aktif dari limbah kulit durian

 

Daftar hasil karbonisasi dengan menggunakan variable suhu pada penelitian arang aktif dari limbah kulit durian :

Sample

Penjelasan

Level air (%)

Level abu (%)

Level zat terbang (%)

Level carbon (%)

B1 Karbonisasi arang aktif pada suhu 4000C selama 4 jam        4,10       2,15       12,6       80,4
B2 Karbonisasi arang aktif pada suhu 6000C selama 4 jam       6,53      3,10       13,2       77,2

Tabel 4. Hasil karbonisasi arang aktif dari limbah kulit durian

Produksi arang aktif dari limbah kulit durian adalah salah satu upaya pemanfaatan limbah. Arang aktif adalah senyawa karbon yang memiliki daya serap tinggi yang biasa digunakan untuk filtrasi pengolahan air layak pakai, menyaring udara dari zat beracun, menyerap limbah berbahaya dari hasil pembuangan limbah pabrik farmasi, pabrik kosmetik dan pada pabrik industri lainnya. Harga arang aktif dapat mencapai Rp. 600.000/ 25 kg. Produksi arang aktif dari limbah kulit durian akan memberikan dampak positif diantaranya meningkatkan nilai ekonomis kulit durian, memproduksi arang dengan harga relative lebih murah dan membuka lapangan kerja guna mengurangi pengangguran di negri ini. Allah menciptakan semua ini tanpa ada yang sia- sia seperti yang dinyatakan dalam kitab suci Al-Quran surah Ali-Imran 3 : 191 dan Al- Mukminun 23 : 115. Begitu juga dengan kulit durian, selain menjadi pelindung daging dan biji nya, kulit durian juga bisa dimanfaatkan sebagai absorbent penjernihan air, udara dan lain sebagainya.

 

Rahmah Masturah

Mahasiswa Teknik Lingkungan, FTSP, UII

12513141