fieldtrip

Field Trip 2015 : Expand Your Skill & Experience

 

Dalam rangka menunjang kegiatan perkuliahan di kampus, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Islam Indonesia mengadakan kuliah lapangan ke Surabaya – Bali. Kuliah lapangan dengan peserta yang terdiri dari mahasiswa semester 6 dengan total 57 perserta ini dilaksanakan pada 16-21 Maret 2015.

Field trip atau yang lebih dikenal kuliah lapangan adalah salah satu program kerja PSDM HMTL UII dan merupakan agenda rutin tahunan HMTL UII. Kuliah lapangan ini bertujuan untuk menunjang dan melengkapi teori perkuliahan di kampus agar mahasiswa dapat melihat langsung desain dan proses yang terjadi pada unit-unit pengolahan. Setelah sukses ditahun sebelumnya, kali ini HMTL menyelenggarakan Field Trip 2015 dengan tujuan yang sama yaitu Surabaya-Bali.

Di Surabaya, peserta Field TRIP 2015 melakukan kunjungan ke Teknik Lingkungan ITS Surabaya. Kegiatan yang berlangsung berupa studi
banding dengan pemaparan masing-masing Kepengurusan HMTL dan Profil Jurusan Teknik Lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke labolatorium Teknik Lingkungan ITS dan fasilitas lainnya. Disini peserta Field Trip, khususnya fungsionaris HMTL dapat memahami dan mempelajari kepengurusan HMTL satu sama lain.

Lokasi kunjungan pertama di Bali adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT. Pengembangan Pariwisata Bali (Per­sero) atau lebih dikenal dengan Bali Tourism Develop­ment Corporation (BTDC). BTDC merupakan Badan Udaha Milik Negara (BUMN) yang menyelenggarakan tersedianya prasarana dan sarana, mengundang investor untuk membangun hotel serta mengelola dan memelihara Kawasan Pariwisata Nusa Dua yang berisi resor besar internasional berbintang 5 di tenggara Bali. BTDC memiliki IPAL sendiri untuk mengolah air limbah yang dihasilkan dari Kawasan Pariwisata Nusa Dua. Ditempat ini mahasiswa dapat melihat langsung unit-unit instalasi pengelolaan air limbah yang dimiliki oleh BTDC yang menggunakan  3 cell lagoon pengolahaan air limbah secara alami dan ditambah dengan lagoon aerasi dan sedimentasi.

Lokasi kunjungan kedua adalah PDAM Pemerintah Kota Denpasar. PDAM Pemerintah Kota Denpasar merupakan BUMD yang berfungsi untuk memberikan jasa pelayanan air bersih di kota Denpasar yang didukung oleh Pemerintah Daerah Kota Denpasar. Disini mahasiswa dijelaskan tentang profil PDAM Pemerintah Kota Denpasar dan diajak langsung melihat unit-unit instalasi pengolahan air minum yang ada di PDAM Pemerintah Kota Denpasar.

Lokasi kunjungan berikutnya adalah TPA Suwung Regional Sarbagita dan IPAL Suwung Dinas PU Provinsi Bali. Tidak jauh berbeda dengan lokasi kunjungan sebelumnya, mahasiswa dijelaskan dan diajak langsung untuk melihat unit pengolahan yang ada sehingga mahasiswa dapat memahami dan membandingkan teori di perkuliahan dengan penerapan di lapangan.

 

 

pic_ekologi_32531124

Pentingnya Ekologi dalam Perkembangan

Abstrak
Diantara masalah yang ada di dunia adalah kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan terjadi dikarenakan manusia mengembangkan iptek yang berlebihan sehingga merugikan banyak pihak seperti lingkungan atau alam. Padahal tujuan utama pengembangan iptek untuk mengolah sumber daya alam yang ada di bumi. Akan tetapi, dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya manusia kadang manusia tidak memikirkan dampak negatif yang dilakukan pengelolaan yang secara berlebihan. Permasalah mendasarnya adalah rusaknya lingkungan karena pengelolaan sumber daya alam yang berlebihan dan sisa-sisa membuangan dari pengembangan iptek yang tidak dilakukannya penyaringan berdampak negatif bagi bumi ini. Oleh karena itu di perlukannya ekologi sebagai pacuan dasar untuk mengelola sumber daya alam dan lingkungan tanpa harus merusak dan berdampak negatif bagi alam ini.

Kata kunci : ekologi, perkembangan IPTEK, sumber daya alam

1. Pendahuluan
Ekologi berasal dar bahasa yunani yaitu oikos (tempat hidup) dan logos (ilmu). Secara istilah ekologi berarti ilmu yang mempelajari anatara mahluk hidup dengan mahluk hidup atau makluk hidup dengan lingkungannya atau dengan kata lain ilmu yang mempelajari hubungan timbal-balik antara organisme (biotik) dengan lingkungannya (abiotik). Ketika membahas ekologi, pasti tak pernah lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai banyak unsur penyusunnya yaitu biotik dan abiotik. Faktor biotik adalah manusia, hewan dan tumbuhan serta mikroba sedangnkan faktor abiotik adalah suhu, udara, cahaya, kelembapan. Ekologi juga berhubungan kuat dengan tingkatan-tingkatan kumpulan makluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem
Pada era globalisasi saat ini, perkembangan IPTEK sangat melonjak pesat. Bahkan, perkembangan iptek menjadi suatu kebutuhan. Tujuan pengembangan iptek adalah merubah gaya hidup manusia agar lebih mudah, cepat dan praktis untuk berkomunikasi atau mendapatkan informasi. Perkembangan iptek yang sangat pesat adalah teknologi informasi dan teknologi industri. Pada zaman yang maju ini.
Teknologi informasi tidak diragukan lagi kegunaannya. Banyak pula yang membutuhkannya untuk mencari informasi dengan cepat. Semua itu dapat dicari dari dunia maya yang mudah di askes melalui telepon gengkam, komputer, laptop dan sebagainya. Akan tetapi, internet juga memiliki kekurangan yang dapat merugikan pihak lain karena berita yang belum tentu benar juga mudah diaskes di dalam internet.
Dalam bidang industri, teknologi sangat diperlukan da terus berkembang dengan cepat. Karena dengan adanya teknologi dalam bidang industri mempermudah instansi industri melakukan kegiatan teknologi industrinya. Akan tetapi, perkembangan yang pesat di bidang teknologi industri tak selamanya berdampak positif. Ternyata, banyak dampak negatif yang di sebabkan oleh perkembangan teknologi. Seperti kerusakan lingkungan yang terjadi diakibatkan limbah pabrik dan perkembangan lahan hijau yang digunakan untuk lahan di bidang industri. Jika tidak di tindaklanjuti, itu semua akan merusak bumi lebih jauh lagi.
Hubungan ekologi dan perkembangan iptek adalah perkembangan iptek banyak merubah lingkungan.manusia melakukan perkembangan iptek untuk mengolah sumber daya alam yang ada. Sumber daya alam yang sudah di olah, akan di gunakan untuk kepentingan mahluk mahluk yang ada di bumi. Dalam sisi abiotik, pengembangan iptek bisa menjadi kesatupaduan untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
Maka dalam hal ini pentingnya ekologi dalam perkembangan iptek adalah agar manusia dapat mengetahui patokan dalam mengelolola lingkungan dan sumber daya alam. Karena manusia tidak bisa sembarangan mengelola dan menggunakan bahan yang ada di lingkungan. Itu semua memerlukan ilmu mengenai ekologi lingkungan.

2. Studi Pustaka
2.1 Ekologi

Pengertian ekologi
Ekologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Definisi ekologi seperti di atas, pertama kali disampaikan oleh Ernest Haeckel (zoologiwan Jerman, 1834-1914).
Ekologi dibagi atas dua kelompok yaitu autekologi, dan sinekologi. Autekologi ialah ilmuyang mempelajari hubungan antara satu individu atau satu spesies dengan alam lingkunganya. Sinekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan antara beberapa grup individu yang berasosiasi bersama-sama sebagai satu unit dengan alam lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.

Komponen- komponen pembentuk ekosistem adalah:
• Komponen hidup (biotik)
• Komponen tak hidup (abiotik)

Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuksuatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem sawah, ekosistem di dalamnya terdiri dari tikus, ular, padi, cacing sebagai biotik dan komponen abiotiknya adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terkandung dalam air dan tanah. Faktor biiotik antara lain adalah manusia, hewan, tumbuhan dan mikroba sedangkan faktor abiotik terdiri dari suhu, air, kelembapan, topografi dan cahaya.

Macam- Macam Ekologi
Di bumi terdapat macam-macam ekologi, dalam hal ini akan di jelaskan beberapa macam ekologi, yaitu :
1. Ekologi hutan
Ekologi Hutan adalah Ilmu yang mempelajari hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungan. hubungan ini sangat erat dan komplek sehingga menyatakan bahwa ekologi adalah biologi lingkungan (Eviromental biology). Hutan adalah tempat yag berisi tumbuh-tumbuhan yang dikuasai pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan diluar hutan. Hubungan antara masyarakat tumbuh-tumbuhan hutan, margasatwa dan alam lingkungannya begitu erat sehingga hutan dapat dipandang sebagai suatu sistem ekologi atau ekosistem.
Ekosistem adalah suatu sistem didalam alam yang meliputi mahluk hidup dan lingkungannya yang saling mempengaruhi atau timbal balik untuk kelangsukan hidup mahluk tersebut.
Ekologi hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atauekosistem hutan. Hutan dapat dipelajari dari segi autekologi dan synekologi. Autekologimempelajari ekologi suatu jenis pohon atau pengaruh sesuatu faktor lingkunganterhadap hidup atau tumbuhnya satu atau lebih jenis-jenis pohon. Sifat penyelidikannyamendekati fisiologi tumbuh-tumbuhan. Synekologi mempelajari hutan sebagaimasyarakat atau ekositem misalnya penelitian tentang pengaruh keadaan tempattumbuh terhadap komposisi dan produksi hutan.

2. Ekologi daratan
Ekologi daratan adalah ilmu yang mempelajari ilmu antara mahluk hidup dan lingkungannya terutama di daratan. Ekologi daratan meliputi manusia, tumbuhan, hewan, air, udara, dan cahaya. Dalam hal ini terjadi timbal balik untuk kelangsungan individu satu sama lain (simbiolis mutualisme).

3. Ekologi Laut
Ekologi laut merupakan ilmu yangmempelajari tentang Ekosistem air laut.Ekosistem air laut dibedakan atas lautan,pantai, estuari, terumbu karang, dan padanglamun. Berikut penjelasan tentang ekologilaut.Habitat air laut (oceanic) ditandai olehsalinitas yang tinggi dengan ion Cl- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karenasuhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C.Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas dibagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termocline.

4. Ekologi Air Tawar
Ekologi air tawar adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan timbal balik di ekositem air yang dilakukan mahluk hidup dengan alam. Habitat air tawar menempati daerahyang relatif kecil pada permukaan bumidibandingkan dengan habitat lautan dandaratan, tetapi bagi manusia kepentingannya jauh lebih berarti dibandingkan dengan luas daerahnya.

2.1 Perkembangan IPTEK

Pengertian Perkembangan IPTEK
Perkembangan iptek pada dasarnya dipergunakan untuk mengelola sumber daya alam yang di berikan oleh Allah SWT sebagai bahan atau alat untuk kelangsungan hidup mahluk yang ada di bumi karena pada dasarnya Allah menciptakan sumber daya alam dalam keadaan mentah agar manusia dapat mengelola dengan sebaik mungkin. Dengan perkembangan iptek yang meluas, manusia dapat mengelola sumber daya alam sesuai dengan kebutuhannya, akan tetapi terkadang manusia berbuat kesalahan yang dapat merusak lingkunga karena tidak memperhatikan keadaan lingkungan pada saat mengelola atau memproduksi sumber daya alam.
Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi belum digunakan. Istilah “teknologi” berasal dari “techne” atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindera dan otak manusia.
Dampak Perkembangan Iptek bagi Lingkungan
Dampak teknologi adalah akibat yang ditimbulkan oleh suatu teknologi, bisa akibat baik bisa juga akibat buruk dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan
Perkembangan iptek memliki dampak yang baik, akan tetapi memilik dampak negatif bagi lingkungan maupun mahluk lain. Berikut ini dampak-dampak perkembangan iptek, yaitu :
a. Dampak Positif
• Memberi berbagai kemudahan
• Mempermudah meluasnya berbagai informasi
• Meluasnya wawasan dan pengetahuan
• Memberi hal yang prakktis bagi masyarakat

b. Dampak Negatif
• Berubahnya pola pikir masyarakat
• Hlangnya budaya tradisional
• Menimbulkan berbagai kerusakan bagi lingkungan
Pada dampak negatif di atas, kita akan membahas tentang kerusakan lingkungan yang di timbulkan dari perkembangan iptek. Dalam hal ini, kita mengambil satu kasus. Indonesia di kenal sebagai Negara yang kaya akan sumber daya alamnya, namu hingga akhir ini, Indonesia lebih di kenal sebagai Negara yang sedang berkembang dan terus berkembang entah sampai kapan. Dan kita juga tidak mengetahui kapan istilah Negara berkembang tersebut berubah menjadi Negara maju. Salah satu contoh kecil yang lebih spesipic adalah beberapa tahun yang lalu sekitar di bawah tahun 2004, kota pekan baru yang terletak di propinsi Riau, lebih di kenal sebagi kota “Seribu Hutan”, namun dalam waktu yang relative singkat, istolah seribu hutan kini telah berubah menjadi istilah yang lebih modern, yakni kota “Seribu Ruko” di mana dalam waktu yang singkat, perkembangan pembanguna di kota ini amat sangat pesat. Mulaialah berdiri berbagai kegiatan industri, Perhotelan, Mal, dan Gedung-gedung bertingkat serta perumahan berdiri di mana-mana.akibatnya aktifitas tradisional lumpuh, hutan gundul sehingga banyak menimbulkan berbagai macam bencana seperti banjir, tanah longsor serta polusi tejadi di mana-mana.
Dalam kasus yang saya temui di internet tersebut, jelas bahwa dampak perkembangan iptek bisa merusak lingkungan dan budaya. Maka dalam hal ini di perlukannya ekologi sebagai pedoman dalam perkembangan iptek.

3. Metode
Penerapan nilai- nilai ekologi di bidag iptek sangatlah penting. Mengapa demikian? Karena ekologi bisa menjadi acuan agar dalam mengelola sumber daya alam manusia dapat berhati-hati dan memikirkan dampaknya bagi lingkungan sekitar.

Langkah- Langkah Ekologi Memasuki Bidang IPTEK
Banyak hal yang harus diperhatikan dalam pengenalan ekologi di bidang iptek. Berikut ini adalah langkah- langkah ekologi memasuki bidang iptek, yaitu :
• Perusahaan iptek mempelajari tentang ekologi lingkungan
Setiap perusahaan pengembangan iptek wajib mempelajari ilmu tentang ekologi lingkungan. Di dalam pengenalan ekologi dapat mempelajari dampak positif dan dampak negatif terhadap lingkungan jika ekologi tidak diterapkan saat pengelolaan sumber daya alam oleh pengembangan iptek. Konsultan ekologi lingkungan dapat di temui di pemerintahan daerah atau orang yang berkerja di perencanaan wilayah dan kota (pwk)
• Pemeriksaan rutin pada pabrik atau perusahaan industri
Ahli ekologi memeriksa rutin alat dan baan yan di gunakan oleh suatu pabrik atau perusahaan industri dan meneliti alat dan bahan yang digunakan dalam pengelolaan berbahaya atau tidak bagi pekerja pabrik maupun bagi lingkungan. Seperti produksi telepon genggam. Telepon genggam tidak boleh memiliki radiasi yang tinggi karena berbahaya bagi tubuh manusia dan perkembangan hormon pada manusia.
• Pengelolaan limbah sebelum di buang ke lingkungan
Limbah adalah suatu bahan sisa dari suatu produksi yang tidak terpakai. Pegelolaan limbah sebelum di buang ke lingkungan sangatlah penting. Jika tidak diolah, anyak bahan berbahaya yang bisa merusak ekositem lingkungan karena pada saat produksi bisa menggunakan bahan berbahaya seperti bahan kimia yang jika di buang langsung dapat merusak ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan filrasi atau penyaringan pada limbah sebelum di buang ke lingkungan.
Penerapan Ekologi di Bidang IPTEK
• Mengurangi bahan kimia berbahaya
Bahan kimia banyak digunakan untuk mengelola sumber daya alam. Akan tetapi tak banyak limbah bahan kimia yang susah diurai dan berbahaya bagi lingkungan. Sebaiknya ganti bahan kimia dengan bahan-bahan yang mudah diurai agar limbahnya tidak membahayakan lingkungan
• Penggunaan sumber daya alam seperlunya
Bumi kita memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah tertama memiliki kekayaan laut yang luas. Kan tetapi, itu semua tidak tak terbatas. Oleh karena itu, dalam mengelola sumber daya alam harus seperlunya. Maksudnya, dalam pengelolaannya di pentingkan untuk kelangsungan hidup manusia seperti penggunaan air untu minum demi kelangsungan hidup. Karena banyak daerah di dunia yang kekeringan karena kekurangan air dan mengalami kematian karena kekeringan
• Observasi pada saat pengambilan bahan tambang
Di beberapa negara banyak terkenal karena di tanah negara mereka terdapat bahan tambang yang amat berlimpah. Oleh sebab itu, beberapa perusahaan tambang mengelola hasil tambangnya. Akan tetapi, tak jarang saat melakukan penggalian hasil tambang, alat yang di gunakan merusak ekositem lingkungan seperti menggali tanah untuk menemukan tambang dan setelah menemukan tambang tanah tersebut di tinggal begitu saja tanpa di perbaiki kembali. Contoh lainnya, kesalahan pada saat penggalian sehingga menyebabkan semburan meluap seperti kasus lumpur lapindo. Oleh sebab itu, butuh di lakukan observasi agar tidak jadi kecerobohan pada saat melakukan pencarian bahan tambang.
• Melakukan tebang pilih dan reboisasi.
Banyak perusahaan atauu produsen yang menggunakan bahan utama dari kayu. Akan tetapi banyak juga produsen yang menebang pohon tanpa melihat umur pohon tersebut. Maka dalam hal ini perlu di lakukan tebang pilih. Tebang pilih adalah menebang pohon dengan memilih pohon yg akan di tebang, biasanya pohon yg sudah tua atau yg sudah mati. Reboisasi adalah Upaya untuk memulihkan kembali dan meningkatkan produktivitas kawasan hutan yang kondisinya rusak, kosong dan kritis serta tidak produktif dengan cara menanam pohon-pohon agar dapat berfungsi secara optimal sebagai unsur pengatur tata air serta sebagai perlindungan alam lingkungan

Reboisasi salah satu upaya untuk mengurangi global warming

Beberapa produsen melaakukan tebang pilih untuk kestabilan lingkungan

4. Pembahasan
Banyak dampak negatif yang di akibatkan oleh perkembangan iptek di dunia. Hal ini menyebabkan perubahan dan kerusakan pada lingkungan. Di bawah ini beberapa akibat perubahan iklim, suhu, pemanasan yang di akibatkan oleh dampak pemanasan global, yaitu :
a. Dampak perubahan Iklim Global
Perubahan iklim terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang cukuppanjang, antara 50-100 tahun. Meskipun perlahan, dampaknya sebagaianbesar permukaan bumi menjadi panas. Data-data dari IPCC(Intergovermental Panel on Climate Change) menggambarkan kondisiperubahan iklim yang terjadi saat ini; Telah terjadi kenaikan suhu rata-rata sebesar 0,76 derajat Celcius antaraperiode 1850-2005. 11 dari 12 tahun terakhir (1995-2006) merupakan tahun-tahun dengan rata-rata suhu terpanas sejak dilakukan pengukuran suhu pertama kali pada tahun1850. Telah terjadi kenaikan permukaan air laut global rata-rata sebesar 1,8mmper tahun antara periode 1961 – 2003.
b. Peningkatan Permukaan Air Laut
Naiknya suhu bumi dapat mencairkan es di daerah kutub. IPCC menyebutkan,dalam 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan air laut setinggi 10-25 cm.Sementara Greenpeace berdasarkan laporannya memperkirakan tahun 2100mendatang akan terjadi peningkatan air laut setinggi 19-95 cm.Peningkatan air laut setinggi 1 meter saja akan mengakibatkan hilangnya pulauatau daratan di dunia. Dengan kenaikan tersebut, diperkirakan daratan Mesirakan berkurang 1%, Belanda 6%, Bangladesh 17,5% dan 80% atol di kepulauanMarshall akan hilang tenggelam.Selain itu, pulau-pulau di, Fiji, Samoa, Vanutu, Jepang, Filipina, serta Indonesiaakan banyak yang hilang tertutup permukaan laut. Hal ini berarti, puluhan jutaorang yang hidup di pesisir pantai harus mengungsi dan mencari tempat yanglebih aman sebagai tempat tinggal ke daerah yang lebih tinggi.Naiknya permukaan air laut akan mengakibatkan kurangnya daya tahan pesisirpantai sehingga rentan tehadap erosi/abrasi. Hal ini juga mengakibatkanrusaknya berbagai infrastruktur dan pemukiman di tepi pantai. Fenomena inibisa juga dapat menimbulkan pengungsian

Dari contoh-contoh di atas dapat di ambil pembahasan bahwa efek global warming dapat berpengaruh buruk bagi lingkungan hidup. Global warming disebabkan dari efek rumah kaca. Efek rumah kaca adalah suatu peristiwa yang di sebabkan panas bumi yang tidak bisa di pantulkan lagi keluar bumi sehingga penambah suhu panas bumi. Jika suhu pans bumi bertambah akan berdampang buruk bagi ekosistem lingkungan. Itu semua terjadi karena limbah udara yang menyebabkan menipisnya lapisan ozon dan penggunaan kendaraan bermotor. Asap knalpot yang di hasilkan dari kendaraan bermotor juga memepengaruhi menipisnya lapisan ozon
Peradaban manusia yang sangat maju ternyata memberi efek untuk perkembangan iptek. Mengapa demikian ? karena semakin meningkatnya peradaban di dunia, semakin banyk pula manusia yang belajar dan mulai mengembangkan ilmu pengetahuannya mengenai alam sekitar maupun teknologi. Akan tetapi, tak selamanya teknologi yang diciptakan oleh manusia tidak memiliki dampak negatif. Tak jarang teknologi bisa berakibat buruk bagi lingkungan sekitar. Contohnya, kendaraan yang jumlahnya banyak yang ada di bumi semuanya mengeluarkan sisa pembuangan yang berupa gas CO, gas tersebut dapat mengakibatkan efek rumah kaca bagi bumi, tak hanya itu efek rumah kaca berdampak pemanasan glonal dan berlubangnya ozon.
Dalam Islam, manusia diperintahkan untuk menjaga dan merawat kehidupan alam. Karena keruakan alam dan keadaan alam adalah tanggung jawab manusia. “Telah timbul kerusakan-kerusakan di daratan dan lautan disebabkan perbuatan tangan manusia sendiri, sehingga Tuhan merasakan kepada mereka sebahagian dari pembalasan dosanya” (Ar-Rum – 41). Dari surat diatas jelas bahwa kerusakan alam yang terjadi ini di sebabkan oleh manusia yang tidak mau bertanggung jawab

5. Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
Ekologi adalah ilmu yangmempelajari interaksi antara organisme dengan lingkunganny dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos(“ilmu”). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 – 1911.Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Demikian telah diuraikan beberapa permasalahan yang ada seputar kependudukandan lingkungan hidup dalam konteks ekologi dan lingkungan. Dalam setiap aksi, selaluada reaksi, demikian pula dengan aksi yang dilakukan manusia maupun alam, selalu adareaksi yang mengiringinya
Dampak teknologi adalah akibat yang ditimbulkan oleh suatu teknologi, bisa akibat baik bisa juga akibat buruk dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan
Dampak positif dari perkembangan iptek adalah memepermudah orang banyak untuk mendapatkan informasi. Dampak negatif dari perkembangan iptek adalah perubahan iklim dan menipisnya lapisan ozon, terjadi juga efek rumah kaca dan terjadinya global warming. Itu semua di akibatkan dari penggunaan sumber daya alam yang berlebihan dan lingbah dari pabrik dan kendaraan bermotor yang mengganggu an merusak lapisan atmosfer bumi.
Maka dari itu pentingnya ekologi dalam perkembangan iptek karena ekologi bisa menjadi acuan atau batasan dalam mengelola sumber daya alam tanpa harus merusak alam bumi ini langkah- langkah ekologi memasuki perkembangan iptek adalah perusahaan atau pabrik pengelola SDA memepelajari ekologi, pemerikasaan rutin di perusahaan atau pabrik, dan pengelolaan limbah dengan baik dan benar sebelum di buang ke lingkungan.
Penerapan ekologi dalam perkembangan iptek dengan cara mengurangi bahan berbahaya pada saat pengelolaan, lalu penggunaan SDA seperlunya jangan membuang-buang karena SDA tidak tak terbatas. Melakukan observasi pada saat pengambilan bahan tambang, itu semua dilakukan agar meminimalisir terjadinya kecelakaan atau kecerobohan. Melakukan tebang pilih pada saat penebangan pohon dan melakukan reboisasi pada hutan yang rusak akibat penggundulan hutan.

b. Saran
Penerapan ekologi dengan cara memeberi pengarahan kebeberapa perusahaan dan pabrik pengelolaan sangatlah berupaya untuk membantu menjaga lingkungan hidup. Manusia juga berperan dalam menjaga lingkungan hidup. Dalam Islam, manusia diperintahkan untuk menjaga dan merawat kehidupan alam. Karena keruakan alam dan keadaan alam adalah tanggung jawab manusia. “Telah timbul kerusakan-kerusakan di daratan dan lautan disebabkan perbuatan tangan manusia sendiri, sehingga Tuhan merasakan kepada mereka sebahagian dari pembalasan dosanya” (Ar-Rum – 41). Dari surat diatas jelas bahwa kerusakan alam yang terjadi ini di sebabkan oleh manusia yang tidak mau bertanggung jawab
Jika manusia mau memikirkan keaadaan alam ini, alam dan kehidupan akan masih bisa digunakan dan dilihat oleh anak cucu kita kelak.

6. Daftar Pustaka
Odim, Eugene P. (2006). Fundamentals of ecology. Fifth edition
Soemarwoto, Otto. (2001). Ekologi, lingkungan hidup dan pembangunan.penerbit Djambatan.
Jakarta
Qur’an Karim dan Terjemahan Artinya.UII Press. Yogyakarta

http://id.wikipedia.org/wiki/Ekologi

http://id.wikipedia.org/w/index.php?search=perkembangan+iptek&title=Istimewa%3APencarian

http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0026%20Bio%201-6a.htm

http://www.scribd*.com/doc/25288898/DAMPAK-POSITIF-DAN-NEGATIF-DARI-PERKEMBANGAN-IPTEK

http://www.scribd*.com/doc/69422187/5-Macam-Ekologi-Dan-ya

http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/11/24/pengaruh-perkembangan-iptek-dalam-kehidupan-masyarakat/

 

By : Nabilah Sarah ( Mahasiswa Teknik Lingkungan 2012 )

conserve_energy

Penghematan Energi Di Sekitar Kita dengan Cara Murah,Mudah dan Effisien

Apa kabar, Sahabat TL???

Semoga kalian selalu di beri kesehatan oleh Allah SWT dan selalu berada di dalam perlindungannya. Sebelumnya saya ucapkan selamat datang kepada teman-teman 2013 di keluarga besar Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia. Ini adalah artikel pertama saya di website resmi HMTL UII semoga bermanfaat,khususnya untuk calon-calon engineer muda sebelum kalian bergelut lebih dalam di dunia Teknik Lingkungan UII. Disini saya akan mencoba mengangkat isu tentang “Penghematan Energi Di Sekitar Kita dengan Cara Murah,Mudah dan Effisien”. Mungkin artikel ini sudah banyak di tulis di berbagai macam blog dan website dan sangat mudah di temukan ketika teman-teman sekalian search di mbah google tapi tidak ada salahnya untuk mengingatkan kembali supaya kita bisa mencoba menerapkannya di kehidupan kita sehari-hari.

Semakin hari kebutuhan kita akan Energi semakin banyak, dan tidak sedikit, tetapi pertanyaan yang paling mendasar sampai kapan energi tersebut dapat menyuplai kebutuhan kita? sampai kapan cadangan energi tersebut bertahan?

Bumi  memang memiliki sumber cadangan energi yang banyak dan melimpah, tetapi apabila digunakan secara terus menerus dan berlebihan maka lambat laun energi tersebut akan habis juga. Dan perlu waktu berpuluh-puluh tahun bahkan beratus-ratus tahun lagi untuk mengisi dan memulihkan energi tersebut. Oleh sebab itu pasti agar anak cucu kita kelak masih bisa merasakan energi yang ada di bumi ini. Berikut adalah tips-tips sederhana yang saya rangkum dari http://egieligius.wordpress.com dalam hal pengehatan energi. Mulai lah hal ini dari rumah atau kos-kosan anda.

 

residential-light-switch

Pertama, matikan lampu yang tidak dibutuhkan di siang hari.

Menyalakan lampu di siang hari dengan suasana ruangan yang sudah cukup mendapatkan sinar matahari, adalah salah satu hal yang tidak berguna. Matikan lampu bilamana ruangan tersebut sudah cukup mendapatkan sinar matahari. Dengan itu, maka energi akan tersimpan dan tidak akan terbuang sia-sia. Kecuali jika ruangan tersebut memang membutuhkan bantuan sinar lampu di siang hari. Tapi setelah itu, pakai saja secukupnya lalu matikan.

 

 

aaa

Kedua, kurangi penggunaan terminal listrik berlebihan pada stop kontak.

Hal ini bisa memacu pemborosan energi yang berlebihan. Selain itu juga dapat menimbulkan bahaya, karena dapat terjadinya hubungan arus pendek pada terminal tersebut. Akibatnya, bisa terjadi kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian yang besar.

 

Lampu hemat energi model cfl

Ketiga, gunakan barang-barang elektronik yang hemat energi.

Semakin berkembangnya teknologi, semakin canggih pula barang-barang yang dihasilkan. Di era modern ini, sudah banyak sekali produsen-produsen elektronik yang menciptakan produk hemat energi. Contohnya saja AC, TV, kulkas, lampu, dan masih banyak lagi. Dengan menggunakan barang-barang tersebut, pemakaian akan jumlah energi dapat berkurang.

 

 

2783951794_67d88dc40e

Keempat, kurangi konsumsi akan BBM.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengurangi pemakaian kendaraan bermotor. Bila berpergian dengan jarak yang pendek, maka dapat ditempuh dengan jalan kaki atau menggunakan sepeda. Bila berpergian dengan jarak yang jauh, dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum yang telah disediakan.

 

Indonesia_Ridesharing_web_130720_6721

Kelima, satu kendaraan banyak penumpang.

Contohnya, bila memiliki tujuan yang sama tidak ada salahnya memberikan tumpangan kepada tetangga atau teman. Selain dapat menghemat energi, cara ini juga dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi di jalan raya.

 

Watching-TV-in-Bed

Keenam, jangan pernah menyalakan peralatan elektronik secara sia-sia.

Kita sering kali menyalakan TV dan radio ketika kita sedang tertidur pulas. Kita juga sering kali menyalakan pendingin ruangan ketika sama sekali tidak ada orang yang ada di dalam ruangan itu.Hal kecil seperti itu sangat berperan dalam pemborosan energi. Jadinya, energi yang sangat berharga tersebut terbuang dengan cuma-cuma tanpa ada manfaatnya sama sekali.

 

 

 

Ketujuh, matikan mesin ketika sedang ada di lampu merah.

Hal ini sungguh sangat berguna. Karena BBM yang ada di dalam kendaraan bermotor dapat lebih terhemat. Selain itu kita juga dapat mengurangi polusi yang ada di udara hanya dengan melakukan hal tersebut.

 

“Mulailah dengan hal-hal yang kecil di sekitar kita dalam hal menghemat energi” kemudian tularkan lah kebiasaan ini kepada keluarga,kerabat,kawan kampus,pacar,dan siapapun itu. Mungkin hanya ini saja dulu yang bisa saya sampaikan,semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman sekalian.

 

 

Ricky Setiawan 

Mahasiswa Teknik Lingkungan, FTSP, UII

 10.512.027

 

kulit durian

Menyulap limbah kulit durian menjadi Rupiah

Indonesia adalah negara tropis yang memiliki keanekaragaman buah buahan. Durian adalah salah satu komoditas tanaman buah yang sangat terkenal di Asia tenggara terutama Indonesia. Durian tumbuh di sekitar garis khatulistiwa hingga ketinggian 800 m dpl. Dari segi struktur, Durian terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian dari daging durian sekitar 20-30 %, biji durian sekitar 5-15 % dan bagian kulit durian sekitar 60-75 % (Untung, 2008). Menurut riset dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2011, Indonesia mampu mencapai 1.818.949 ton untuk produksi durian. Durian memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah Phytosterol. Phytosterol merupakan zat penting yang dikandung durian. Dari hasil penelitian sekolah tinggi ilmu farmasi di Amerika, zat Phytosterol mampu memperbaiki reaksi anti tumor pada tubuh, memperbaiki ketahanan terhadap kanker, dan secara langsung menghambat pertumbuhan tumor.

Di beberapa kalangan, tidak hanya daging durian yang menjadi incaran para pecinta durian, mereka juga merebus biji durian yang kaya akan zat tepung untuk dicicipi. Namun, lain hal nya dengan kulit durian. Kulit durian tidak bisa di konsumsi dengan cara di rebus atau di bakar. Kulit durian bahkan tidak akan dikonsumsi karena ini hanya pelindung dari kelezatan buah durian. kulit durian akan dibuang dan dibiarkan menumpuk sebagai limbah. Lazim nya, pembakaran kulit durian adalah upaya yang dilakukan untuk pemusnahan limbah kulit durian, itu berarti sekitar 60-75% kulit durian yang dibakar dapat meningkatkan polusi udara sebagai pemicu kerusakan lingkungan. Di zaman yang serba modern ini untuk menyulap sesuatu menjadi lebih berguna bisa saja terwujud dengan bantuan teknologi yang sudah sangat memadai. Tak terkecuali untuk menyulap limbah kulit durian agar menjadi harga jual. Kulit durian mengandung  elemen zat tepung dan lignin sekitar 5%, dan selulosa sekitar 50-60% (Hatta, 2007 ; Rofaida, 2008). Selulosa berpotensi dalam proses adsorpsi dan memiliki situs aktif seperti, gugus hidroksil (OH-) yang dapat dengan mudah membentuk serangkaian reaksi kimia dan melakukan pengikatan dengan senyawa kation dan anion (Handayani, 2010).

Arang aktif adalah padatan yang mengandung 85-95% pori karbon, dan dihasilkan dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara di dalam ruangan pemansan sehingga bahan yang mengandung karbon hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi. Arang selain digunakan sebagai bahan bakar juga digunakan sebagai adsorben (penyerap). Daya serap yang ditentukan oleh luas permukaan partikel dan kemampuan ini dapat menjadi lebih tinggi jika terhadap arang tersebut dilakukan aktivasi dengan factor bahan kimia ataupun dengan pemanasan pada temperature tinggi. Dengan demikian, arang akan mengalami perubahan sifat sifat fisika dan kimia. Arang yang demikian disebut arang aktif. Luas permukaan arang aktif berkisar antara 300 – 3500 m2/gram dan ini berhubungan dengan struktur pori yang menyebabkan arang aktif bersifat sebagai absorbent. Daya serap arang aktif sangat besar, yaitu 25-1000% terhadap berat arang aktif (Meilita dan Tuti, 2003).

Standar mutu arang aktif berdasarkan SII No.0258-79 :

 

Tabel spesifikasi Arang aktif

Persyaratan Jenis

Bagian yang hilang pada pemanasan 9500C Maksimum 15%
Air Maksimum 10%
Abu Maksimum 2.5%
Bagian yang terperarang Tidak nyata
Daya serap terhadap larutan I2 Maksimum 20%

Tabel 2. Standar Arang Aktif berdasarkan SII No. 0258-79

 

Berdasarkan penelitian Cut Alifa Faza dan Rahmah Masturah pada tahun 2011, Arang Aktif dapat diproduksikan dengan menggunakan bahan baku limbah kulit durian. Sehingga didapat hasil aktivasi dan karbonisasi dari limbah kulit durian sebagai berikut :

Daftar hasil aktivasi arang aktif dari limbah kulit durian dengan menggunakan variable mesh dan waktu :

Sample

Penjelasan

Level air (%)

Level abu (%)

Level zat terbang (%)

Level carbon (%)

A1 Aktivasi arang aktif dengan variable 40 mesh selama 1 jam        4,27       2,12      12,60      81,01
A2 Aktivasi arang aktif dengan variable 40 mesh selama 3 jam        4,89       2,07     12,56      80,48
A3 Aktivasi arang aktif dengan variable 60 mesh selama 1 jam        3,10       1,55     12,35      83,00
A4 Aktivasi arang aktif dengan variable 60 mesh selama 3 jam        3,13       1,43     12,23      83,21

Tabel 3. Hasil aktivasi arang aktif dari limbah kulit durian

 

Daftar hasil karbonisasi dengan menggunakan variable suhu pada penelitian arang aktif dari limbah kulit durian :

Sample

Penjelasan

Level air (%)

Level abu (%)

Level zat terbang (%)

Level carbon (%)

B1 Karbonisasi arang aktif pada suhu 4000C selama 4 jam        4,10       2,15       12,6       80,4
B2 Karbonisasi arang aktif pada suhu 6000C selama 4 jam       6,53      3,10       13,2       77,2

Tabel 4. Hasil karbonisasi arang aktif dari limbah kulit durian

Produksi arang aktif dari limbah kulit durian adalah salah satu upaya pemanfaatan limbah. Arang aktif adalah senyawa karbon yang memiliki daya serap tinggi yang biasa digunakan untuk filtrasi pengolahan air layak pakai, menyaring udara dari zat beracun, menyerap limbah berbahaya dari hasil pembuangan limbah pabrik farmasi, pabrik kosmetik dan pada pabrik industri lainnya. Harga arang aktif dapat mencapai Rp. 600.000/ 25 kg. Produksi arang aktif dari limbah kulit durian akan memberikan dampak positif diantaranya meningkatkan nilai ekonomis kulit durian, memproduksi arang dengan harga relative lebih murah dan membuka lapangan kerja guna mengurangi pengangguran di negri ini. Allah menciptakan semua ini tanpa ada yang sia- sia seperti yang dinyatakan dalam kitab suci Al-Quran surah Ali-Imran 3 : 191 dan Al- Mukminun 23 : 115. Begitu juga dengan kulit durian, selain menjadi pelindung daging dan biji nya, kulit durian juga bisa dimanfaatkan sebagai absorbent penjernihan air, udara dan lain sebagainya.

 

Rahmah Masturah

Mahasiswa Teknik Lingkungan, FTSP, UII

12513141

LILIN 2013

Sekilas Lilin

Salam Enviro…

LILIN, merupakan sebuah program kerja yang dirancang oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) bidang PSDM. LILIN sendiri merupakan singkatan dari Lintas Lingkungan. Acara ini sering disebut sebagai makrab-nya (malam keakraban) prodi teknik lingkungan. Tak hayal, ketika malam inagurasi banyak juga rekan-rekan dari prodi lain datang untuk menyemarakan acara ini.Bila ditinjau kembali, makrab biasa identik dengan sedikit menggunakan ploncoan, kekerasan verbal, senioritas, dan masih banyak lainnya. Apalagi ini makrab yang dibuat untuk anak teknik. Teknik yang indentik dengan keras, deadline menumpuk, kritis, tahan tekanan, serta alasan lainnya menjadi alasan bahwa makrabnya pun haruslah seimbang dengan sifat anak teknik. Banyak pertanyaan pro dan kontra dari acara ini yang bermunculan dari rekan mahasiswa/i baru mengenai “apakah di acara nanti akan di begini begitukan?”. Saya sendiri pun tidak tahu. Lagi pula, bila ada masalah kekerasan ataupun perlakuan tidak pantas lainnya kita dapat melaporkannya ke petinggi Fakultas bahkan dapat dibawa ke dalam ranah hukum. Berbagai kabar burung silih berganti mengisi gendang telinga kita dengan berita pro dan kontra acara lilin. Pernah saya bertanya kepada salah satu teman mengenai apa saja yang dia ketahui tentang lilin. Dia menceritakan dengan penuh keyakinan akan kontra yang ada pada acara seperti itu. Saya hanya tersenyum dan menanggapi dengan netral. Dalam hati, bila acara makrab ini penuh dengan bentakan, menjunjung senioritas yang tinggi, kekangan karena setumpuk peraturan, dan sebagainya adalah wajar. Banyak pula sekolah yang berada diluar menerapkan hal ini. Pasti mereka membuat seperti ini ada suatu tujuan yang baik untuk para peserta. Lagi pula, sering kali seusai acara seperti ini pasti akan ada sebuah rahasia yang terbongkar. Ini semua hanya fiktif belaka. Pendapat dari teman sejawat sudah, sekarang sebuah ajakan persuasif dari panitia dan kakak tingkat. Sosialisasi pun diadakan untuk mempromosikan acara makrab LILIN. Dari kelas ke kelas para panitia mempromosikan dengan sigap mengenai acara ini yang diilustrasikan pula dengan sebuah power point. Setelah presentasi usai, banyak pertanyaan dengan aroma sedikit kegelisahan apa yang akan dilakukan ketika acara berlangsung. Para panitia menjawabnya dengan transparan dan bijak. Intinya adalah, kegiatan yang akan dilakukan nanti berbasis kekeluargaan. Tak akan ada kegiatan seperti kabar burung yang beredar ditelinga. “Abang sayang adek, adek sayang abang. Jadi acara kita pasti berbasis kekeluargaan”, ucap salah satu panitia ketika menjawab pertanyaan.

Acara LILIN dimulai. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari 3 malam. Dibagi menjadi 1 hari indoor (FTSP) dan 3 hari lainnya outdoor (Sekipan).Setalah mengikuti hari-hari yang panjang dan melelahkan akhirnya sampai di malam inagurasi. Para peserta dan panitia berdiri melingkari api unggun yang menjadi pusat lingkaran tersebut. Sambutan sepatah dua patah kata hingga nasehat dari seorang abang pun menjadi awal inagurasi malam itu, dilanjutkan dengan acara tukar kado dan penampilan dari setiap jamaah.  Di kegiatan ini, seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa rekan-rekan dari prodi lain pun datang untuk menyemarakkan. Sampailah kita kepada acara penampilan band-band produksi FTSP. Dengan cepat lapangan tersebut langsung dipenuhi orang-orang layakanya akan konser akbar disana. Pada penghujung malam, lontaran kembang api pun melesat ke angkasa.

Banyak sekali kegiatan yang telah kami lakukan dalam acara LILIN 2013. Tak dapat digambarkan hanya dengan secarik atau dua carik kertas ini. Memang singkat rasanya penjelasan diatas, karena jikalau diketik pun kapan akan habisnya. Tidak mengikuti LILIN rasanya akan ada jurnal harian kita yang akan kosong ketika dibuka kembali untuk beberapa tahun ke depan. Kutipan itupun rasanya benar ketika kami telah melewatinya. Terima kasih kepada seluruh panitia, mbak-mbak dan abang-abang yang telah menyambut kami sebagai keluarga baru kalian.

Apa yang akan menjadi cerita baik dan buruknya sebuah keluarga haruslah dipikul bersama. Seperti yang LILIN ajarkan kepada kami. Mengajarkan kekeluargaan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan aspek kehidupan lainnya dengan beralaskan rasa percaya dan peduli tanpa sedikit perilaku yang menyakitkan salah satu pihak.

LILIN 2013

LILIN 2013

By : Annisa ( Teknik Lingkungan 2013 )

Mengenal ‘Si Hitam’ lebih Jauh

Saat ini tingkat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap lingkungan, bisa dibilang masih sangat minim. Kemunculan sifat ini biasanya dipengaruhi oleh faktor kebiasaan hidup sehari-hari, sehingga tanpa disadari akhirnya menimbulkan sifat menyepelekan terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Jika diamati dan disadari sepenuhnya dengan didorong oleh sifat kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan, sesuatu yang nyaris tidak berguna disekitar kita dapat diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat bahkan bernilai ekonomi. Salah satu contohnya adalah arang aktif. Arang aktif atau dikenal juga sebagai karbon aktif adalah padatan berwarna hitam, dengan permukaan yang cenderung berpori. Bagi kalangan industri, barang ini dikenal dengan baik. Namun bagi masyarakat luas, sedikit yang mengetahuinya.

Pada tahun 1960-an, di Tanah Melayu, bahkan di Negara Eropa dan Negara-negara lainnya, arang biasa digunakan sebagai bahan bakar kereta api. Namun seiring dengan perkembangan pengetahuan dan industri, ternyata pemanfaatan arang semakin beragam. Contoh pada budidaya anggrek, arang digunakan sebagai media tanam pengganti tanah karena bersifat meyerap dan menyimpan air. Pada sektor industri arang digunakan sebagai bahan penyerap zat-zat yang tidak diinginkan. Sifat menyerap arang disebabkan bahan tersebut memiliki pori-pori. Biasanya semakin banyak pori-porinya, semakin baik penyerapannya. Oleh karena itu, dalam pembuatannya, setelah menjadi arang, harus diaktivasi.

Aktivasi yang umum adalah dengan menggunakan uap air, yang bertujuan memperbesar pori-pori dan permukaan arang, sehingga arang tersebut menjadi aktif dalam menyerap zat-zat yang ada di sekitarnya. Arang aktif atau karbon aktif dapat dibuat dari berbagai bahan yang ada di sekitar kita. Misalnya, tempurung kelapa, kayu, biji-bijian, bonggol jagung, sekam padi, limbah pabrik kertas, limbah tulang-tulang hewan ternak, dan sebagainya. Bahkan Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara telah memanfaatkan batubara sebagai bahan baku karbon aktif dengan kapasitas percobaan 1 ton/hari.

Data dari Biro Pusat Statistik menunjukkan kebutuhan karbon aktif di Indonesia maupun untuk ekspor cukup tinggi. Manfaatnya yang beragam, menyebabkan karbon aktif ini sangat dibutuhkan. Tidak hanya di bidang industri besar saja, tetapi juga pada bidang kesehatan. Data yang dilansir dari Journal British Nutrition, karbon aktif dapat menurunkan kolestrol dengan cepat. Hasil penelitian, sejumlah pasien yang diberikan 8 gram olahan karbon aktif perhari mampu menurunkan kolesterol hingga 25% dari total kolesterol sebanyak 41%. Untuk masyarakat Indonesia, terutama di pemukiman warga, yang sulit mendapatkan air bersih layak pakai, karbon aktif dapat dimanfaatkan untuk penjernihan atau pemurnian air. Namun kurangnya informasi menyebabkan masyarakat luas tidak mengetahui manfaat karbon aktif. Sebenarnya dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitar kita, seperti yang disebutkan di atas, dan cara sederhana dengan mengarangkan dan mengaktivasinya dengan uap air, kemudian digunakan sebagai media penyaring atau penjernih, maka mereka akan memperoleh air yang bersih dan layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, misal mandi dan mencuci.

Dengan keinginan yang kuat, pengetahuan dan kepedulian tinggi terhadap lingkungan, maka segala sesuatu yang ada di sekitar kita bisa menjadi berguna dan berdampak luas terhadap kesehatan maupun kenyamanan hidup bermasyarakat.

Ditulis oleh : Namira Audrey Hanifah
Universitas Islam Indonesia
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Jurusan Teknik Lingkungan 2012

Kecil Pulau nya, Besar Teknologi nya

Sebagai mahluk hidup, air adalah sumber utama kehidupan manusia. Dari tahun ke tahun seiring dengan berkembangnya industry dan semakin padatnya penduduk, air bersih semakin sulit diperoleh. Berbagai program yang diluncurkan oleh pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat melalui program air bersih, gerakan penghematan air, penghijauan maupun pengembangan teknologi pengolahan air telah dilakukan secara maksimal. Namun sampai saat ini kebutuhan air bersih tetap menjadi permasalahan. Pada tahun 2000, Bank Dunia (Idelovitch and Ringskog 1995) mengidentifikasi tiga faktor penyebab rendahnya sektor air bersih (SAB) di dunia, yakni pemborosan air sangat tinggi, melimpahnya penduduk dunia, dan kualitas air yang tidak stabil dan tidak memenuhi standar akibat gagalnya pengendalian masalah lingkungan.

Pada dasarnya, permasalahan untuk memperoleh air bersih dapat diatasi dengan berbagai teknologi water treatment. Saat ini, telah berkembang teknologi pemurnian/penjernihan air dengan menggunakan berbagai media seperti karbon aktif, zeolit, pasir aktif maupun teknologi pertukaran ion. Namun bagi masyarakat di daerah terpencil, teknologi-teknologi tersebut sulit diaplikasikan.

Meskipun demikian, pengelolaan air bersih di daerah terpencil bukan tidak bisa dilakukan. Sebuah desa kecil di salah satu pulau kecil di Indonesia yaitu Pulau Bacan, yang terletak di Kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara telah melakukan pengelolaan air bersih secara sederhana. Masyarakat di pulau tersebut memiliki pasokan air bersih yang cukup memenuhi standar. Pulau yang berpenduduk ±100 orang ini menggunakan air bersih yang bersumber dari air sumur. Penduduk di pulau Bacan berpendapat bahwa sebenarnya mereka tidak terlalu mempermasalahkan pasokan air bersih selama kebutuhannya terpenuhi. Namun, tindakan preventif untuk mengatasi kesulitan air bersih telah mereka lakukan sejak dini secara bergotong royong dengan aparat pemerintah setempat, melalui pengelolaan dan pemanfaatan sumber air terjun.

Sejak tahun 2010 penduduk melakukan program air bersih dengan mengembangkan sistem yang berkaitan seperti sistem kerja fluida sederhana, yaitu bersumber dari air terjun yang bergerak dari dataran tinggi ke dataran rendah. Aliran air bersih yang jatuh dari terjun di tampung di dalam dua wadah yang berbeda ukuran. Wadah pertama berukuran 2 m x 1,50 m, dan wadah kedua berukuran 3 m x 4 m. Fungsi dari masing-masing wadah tersebut yakni yang pertama menyaring kotoran dan yang kedua menampung air bersih yang dihasilkan oleh saringan tersebut. Saringan yang digunakan cukup sederhana, yaitu berbahan kawat. Jarak antara wadah/penampung air bersih dengan pemukiman penduduk ± 300 m. Oleh karena itu dibuat pipa induk untuk mengalirkan air secara lebih mudah yang tekanannya sama dengan tekanan pada cabang-cabang pipa lain.